Main » 2009»June»15 » Penyakit Hati : Bermegah megahan terhadap dunia
12:59 PM
Penyakit Hati : Bermegah megahan terhadap dunia
Allah swt berfirman : (Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri ) An-nisa
: 36
Imam Mujahid ra berkata : ayat diatas
memiliki makna yaitu orang yang diberikan kenikmatan oleh Allah swt tetapi dia
tidak mensyukurinya bahkan ia bersikap bangga dan bermegah-megahan atas apa
yang ia miliki, dan sedikit sekali ia bersyukur.[1]
Ketahuilah wahai saudaraku yang seiman dan
sekeyakinan, bahwa dunia ini merupakan cobaan dan penjara bagi orang yang
beriman kepada Allah swt dan Hari akhir, hanya orang yang tertipulah yang
menjadikan dunia ini sebagai wahana dan sarana untuk melampiaskan nafsunya.
Mereka yaitu kaum kafir tidak mengetahui hakikat dari dunia ini,karena hati
mereka telah tertutup dari hidayah dan kebenaran akan hakikat diciptakan
dirinya. Rosulullah saw telah jauh jauh hari mengingatkan kepada kaumnya agar
tidak terjerumus kedalam rayuan dan bujukan dunia yang menyebabkan
terpelosoknya kedalam jurang neraka Jahannam.
Rosulullah saw berkata : ada 4 hal pada masa
jahiliyah yang masih belum ditinggalkan oleh umatku : yaitu bermegah megahan
dalam hal kebahagiaan,mencemarkan nasab, Meminta sesuatu kepada bintang-bintang
dan menangisi mayit secara berlebihan ( berteriak-teriak ).( HR Bukhori dan
Muslim )
Banyak sekali contoh yang dapat kita
saksikan bersama didalam kehidupan bersosial, orang yang senang dan suka dengan
bermegah megahan hanya untuk mendapatkan predikat “ Kaya” dari orang orang yang
tinggal disekelilingnya, mereka saling berlomba untuk melengkapi harta dan
kekayaanyang mereka miliki seakaan akan bahwa harta mereka itu mereka dapatkan
dengan susah payah dan pantas untuk mereka miliki. Padahal klo kita saksikan
kehidupan disamping mereka, maka sungguh banyak sekali orang orang miskin yang
kurang mampu dan sangat memerlukan akan pertolongan dari para kaum mereka
tersebut. Tidak terbesit sama sekali didalam hati mereka untuk menolong bahkan
memberikan sedikit dari harta yang mereka miliki. Padahal klo kita kembalikan
duduk perkaranya maka kita tahu bahwa semua harta dan kenikmatan yang ada
didunia ini sesungguhnya hanya milik Allah swt. Akibat yang ditimbulkan dari
perlombaan bermegah-megahan itu yaitu lahirnya sifat takabur dan uzub didalam
diri orang tersebut, naudzubillahimindzalik.
Berbeda sekali dengan orang mukmin, ia hanya
memandang dunia ini dengan pandangan yang rendah, hatinya hanya disibukkan oleh
beribadah kepada Allah swt, salah satu tanda apakah hati kita sudah bersih dari
penyakit ini yaitu apabila kita ditinggalkan atau bahkan dicabut suatu
kenikmatan dari dalam diri kita, maka kita bersikap tawakall kepada Allah swt,
bersikap sewajarnya, sedih ada tetapi tidak berlebih lebihan dalam
mengekspresikan kesedihannya itu.
Pikirkanlah saudara ku akan Ayat Allah swt
yangberbunyi :
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan
dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-
megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,
seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman
itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan
di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang
menipu. ( Al-Hadid : 20 )
Lalu bagaimanakah sikap dan tindakan kita
apabil penyakit ini menimpa dan muncul didalam diri kita,salah satunya yaitu dengan membersihkan
paradigm dan pandangan kita terhadap dunia ini, karena dengan demikian apabila
pandangan kita sudah benar dalam memahami hakikat dunia ini, maka akan sangat
mudahlah untuk menunjukkan hati kita ini kepada jalan yang benar. Disamping itu
kita harus bersikap tawakal kepada Allah swt terhadap apa yang kita usahakan,
disertai dengan beriman kepada Qodho dan Qodar Allah swt yaitu bahwa segala
sesuatu itu sudah Allah swt tetapkan bahkan sebelum kita dilahirkan.
Dan yang terakhir, yaitu hendaknya kita
berusaha mencoba untuk melangkah kepada yang lebih baik walaupun jalan untuk
menuju kesana terasa sangat sulit. Jika Allah swt berkehendak untuk menunjukkan
suatu jalan kepada hambanya, maka tidak akan ada yang dapat menghalangi jalan
hidayah tersebut walaupun seluruh manusia dan jin bergabung untuk
menyesatkannya. Wallahu A’lam
Sumber : Penyakit Hati karangan : syeikh
Mustafa Al-Adawi