Sunday, 2026-04-05, 5:29 PM
Kumpulan Sunnah Sunnah Rosulullah saw
Welcome Guest | RSS
Site menu
Artikel [8]
Agama [5]
Kumpulan Doa Doa [2]
Sholat Sunnah [0]
«  June 2009  »
Su Mo Tu We Th Fr Sa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930
Main » 2009 » June » 15 » Penyakit Hati : Bermegah megahan terhadap dunia
12:59 PM
Penyakit Hati : Bermegah megahan terhadap dunia

Allah swt berfirman : (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri ) An-nisa : 36

Imam Mujahid ra berkata : ayat diatas memiliki makna yaitu orang yang diberikan kenikmatan oleh Allah swt tetapi dia tidak mensyukurinya bahkan ia bersikap bangga dan bermegah-megahan atas apa yang ia miliki, dan sedikit sekali ia bersyukur.[1]

Ketahuilah wahai saudaraku yang seiman dan sekeyakinan, bahwa dunia ini merupakan cobaan dan penjara bagi orang yang beriman kepada Allah swt dan Hari akhir, hanya orang yang tertipulah yang menjadikan dunia ini sebagai wahana dan sarana untuk melampiaskan nafsunya. Mereka yaitu kaum kafir tidak mengetahui hakikat dari dunia ini,karena hati mereka telah tertutup dari hidayah dan kebenaran akan hakikat diciptakan dirinya. Rosulullah saw telah jauh jauh hari mengingatkan kepada kaumnya agar tidak terjerumus kedalam rayuan dan bujukan dunia yang menyebabkan terpelosoknya kedalam jurang neraka Jahannam.

Rosulullah saw berkata : ada 4 hal pada masa jahiliyah yang masih belum ditinggalkan oleh umatku : yaitu bermegah megahan dalam hal kebahagiaan,mencemarkan nasab, Meminta sesuatu kepada bintang-bintang dan menangisi mayit secara berlebihan ( berteriak-teriak ).( HR Bukhori dan Muslim )

Banyak sekali contoh yang dapat kita saksikan bersama didalam kehidupan bersosial, orang yang senang dan suka dengan bermegah megahan hanya untuk mendapatkan predikat “ Kaya” dari orang orang yang tinggal disekelilingnya, mereka saling berlomba untuk melengkapi harta dan kekayaanyang mereka miliki seakaan akan bahwa harta mereka itu mereka dapatkan dengan susah payah dan pantas untuk mereka miliki. Padahal klo kita saksikan kehidupan disamping mereka, maka sungguh banyak sekali orang orang miskin yang kurang mampu dan sangat memerlukan akan pertolongan dari para kaum mereka tersebut. Tidak terbesit sama sekali didalam hati mereka untuk menolong bahkan memberikan sedikit dari harta yang mereka miliki. Padahal klo kita kembalikan duduk perkaranya maka kita tahu bahwa semua harta dan kenikmatan yang ada didunia ini sesungguhnya hanya milik Allah swt. Akibat yang ditimbulkan dari perlombaan bermegah-megahan itu yaitu lahirnya sifat takabur dan uzub didalam diri orang tersebut, naudzubillahimindzalik.

Berbeda sekali dengan orang mukmin, ia hanya memandang dunia ini dengan pandangan yang rendah, hatinya hanya disibukkan oleh beribadah kepada Allah swt, salah satu tanda apakah hati kita sudah bersih dari penyakit ini yaitu apabila kita ditinggalkan atau bahkan dicabut suatu kenikmatan dari dalam diri kita, maka kita bersikap tawakall kepada Allah swt, bersikap sewajarnya, sedih ada tetapi tidak berlebih lebihan dalam mengekspresikan kesedihannya itu.

Pikirkanlah saudara ku akan Ayat Allah swt yangberbunyi :

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. ( Al-Hadid : 20 )

Lalu bagaimanakah sikap dan tindakan kita apabil penyakit ini menimpa dan muncul didalam diri kita,  salah satunya yaitu dengan membersihkan paradigm dan pandangan kita terhadap dunia ini, karena dengan demikian apabila pandangan kita sudah benar dalam memahami hakikat dunia ini, maka akan sangat mudahlah untuk menunjukkan hati kita ini kepada jalan yang benar. Disamping itu kita harus bersikap tawakal kepada Allah swt terhadap apa yang kita usahakan, disertai dengan beriman kepada Qodho dan Qodar Allah swt yaitu bahwa segala sesuatu itu sudah Allah swt tetapkan bahkan sebelum kita dilahirkan.

Dan yang terakhir, yaitu hendaknya kita berusaha mencoba untuk melangkah kepada yang lebih baik walaupun jalan untuk menuju kesana terasa sangat sulit. Jika Allah swt berkehendak untuk menunjukkan suatu jalan kepada hambanya, maka tidak akan ada yang dapat menghalangi jalan hidayah tersebut walaupun seluruh manusia dan jin bergabung untuk menyesatkannya. Wallahu A’lam

Sumber : Penyakit Hati karangan : syeikh Mustafa Al-Adawi

 



[1] Tafsir Ibn Katsir ra ( 1/473 )

Category: Agama | Views: 762 | Added by: fajar | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
  • Create your own site

  • Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2026Website builderuCoz