Merah lembayung masih
tersisa,walaupun sudah mulai pudar seiring gelapnya waktu malam dan mulai
masuknya waktu Isya di kota
seribu menara. Cahaya mentari yang tadi siang terasa panas kini tergantikan
oleh terangnya lampu-lampu yang terpasang di tiang-tiang bangunan. Cahaya
merkuri menerangi langkahku yang terus bergegas meninggalkan pasar khan
kholili.
Langkahku terus ku percepat supaya bisa berjama’ah di masjid Al-Azhar. Sampai disana iqmah belum
dikumandangkan. Aku pun bergegas menuju barisan paling depan walaupun sudah
mulai penuh dengan barisan tamu Allah yang akan menunaikan kewajiban sholat
isya di mesjid yang didirikan oleh bani Fathimiyah ini.
Orang-orang sibuk mengatur shaf
masing-masing tatkala iqmah berkumandang. Syeik Yusuf yang menjadi Imam malam
ini melantunkan ayat-ayat Allah dengan suara khasanya. Ayat-ayat Al-Qura’an
yang beliau baca malam itu seakan menjadi sebuah penawar yang mujarab bagiku.
Sebuah ayat dari surat al-Ruum yang
memjelaskan bahwa Allah menjadikan ikatan suami isteri itu supaya terciptanya
ketenangan atau sakinah masih terngiang di telingaku tatkala aku melangkahkan
kaki menuju halte bus di Darrasah.
Aku masih nestapa karena ocehan
teman-temanku yang menganggap aku adalah orang pasif yang tak pernah merasakan
dan mengatakan kata cinta kepada perempuan manapun. Bagi sebagian orang kata
CINTA itu ibarat imbuhan yang sangat mudah dikawinkan dengan kata apa pun.
Mereka menganggap kita CINTA itu sangat mudah dikawinkan dengan perempuan
manapun walaupun hanya kenal di tempat menunggu bus atau di tempat lain.
Tapi bagiku kata CINTA kepada
kaum hawa yang bukan Mahram adalah ungkapan tanggung jawab. Aku tidak mau ada
istilah mumpung masih muda dan belum tentu nikah. Bahkan menggaet perempuan
cuman supaya bisa diajak jalan-jalan dan sebagai media syahwat.
Walaupun aku sadar aku bukanlah
orang sempurna dan pastinya banyak kekurangan. Tapi harga mahal bagi seorang
lelaki adalah tanggung jawab dunia akhirat dalam menyelamatkan dirinya dan
keluarganya dari sengatan api neraka.
setuju tuh.....cinta itu mang tanggung jawab!terkadng cinta bnyak madaratnya jga ya ??? sulit juga menjaga fitrah allah yang satu itu!!! k tolong tambah artikelnya lagi tentang cinta kita pada allah......!syukron